Kategori
Journey

Mencari Papan

Papan yang aku maksud dalam judul postingan kali ini bukanlah papan dalam arti harafiah. Tetapi merujuk pada bahasa kiasan yang sering kita pakai sehari untuk mengartikan 3 kebutuhan primer manusia; Sandang, Pangan dan Papan. Nah faktor kebutuhan primer nomor tiga inilah yang jadi fokusku akhir2 ini 🙂

Kategori
Journey

Soto Daging “Uti”

Beberapa hari yang lalu setelah pulang dari kantor, aku mampir kerumah Kinan. Karena masih ada barangku yang kutitipkan di rumahnya.

Seperti biasa, dia menyuruhku untuk makan terlebih dulu sebelum aku pergi. Dan menu hari ini adalah SOTO DAGING, awalnya sih aku senang saja karena soto daging adalah salah satu makanan favoritku. Tetapi aku salah, tidak seharusnya aku hanya senang, tetapi merasa LUAR BIASA!!! 🙂

Soto daging buatan mama ikke ini luar biasa sekali. Terlebih lagi kuahnya yg gurih tidak seperti kuah soto daging pada umumnya, gurih sekali, lebih mirip kuah bakmoy daripada kuah soto. Bahkan beliau menuturkan, bahwa soto ini belum begitu seberapa karena jerohan usus dan paru gorengnya belum include saat ini, WOW!! Efeknya adalah: NAFSU MAKAN menggebu! :))

Aku percaya, seandainya resep soto mama ini dikomersilkan, pelanggan akan berdatangan. Well mungkin aku ingin berpesan pada beliau,”Please mama, turunkanlah resepmu pada Kinan agar kelak semua orang bisa merasakan lezatnya SOTO DAGING UTI ini.” 🙂

Kategori
Journey

Free Will

Bagaimana seandainya manusia tidak dianugerahi kekayaan ide dan kebebasan berkehendak ?
Bagaimana seandainya di bumi ini hanya ada satu agama yang harus dianut oleh seluruh umat manusia ?

Kategori
Journey

Grow Old with You

Masih ingatkah kamu akan janjiku?

Bila hingga kini kamu belum menemukan cinta sejatimu, maukah kamu berikrar denganku?

Menerimaku dalam keadaan baik ataupun buruk?, dalam suka dan duka, dalam miskin dan kaya, jauh ataupun dekat.

Menerimaku apa adanya diriku? Tanpa ada kepalsuan membelenggu, tutur kata yang tak dibuat-buat, dan sudi melihat buruknya wajahku sebangun tidur di pagi hari.
Mendukungku di saatku terpuruk, mengangkatku dari kubangan kesalahan, memperbaiki harga diriku yang reyot?
Membuat tanganmu jadi lecet dan berpeluh-peluh denganku membangun rumah yang baik dan nyaman bagi kita dan anak-anak kita?
Karena tak ada yang bisa kutawarkan kepadamu, selain perjuangan ini bersamaku..karena kamulah yang kucinta selama ini, kupercaya untuk menjadi partner hidupku, dan kusayangi seperti aku menyayangi tubuh, hati, dan jiwaku sendiri.
Kamulah yang kuinginkan untuk menjadi tua bersamaku…