Kategori
Free Preset Tutorial

Download Free Preset Adobe Lightroom Mobile – Orange Teal Tone – Padang Padang

Kali ini saya akan membagikan video tutorial dan free preset Adobe Lightroom Mobile dengan style Orange & Teal.

Untuk video tutorial bisa anda akses disini:

Free Preset bisa anda akses disini:

PADANG PADANG | Bali Free Preset Lightroom Mobile

Disclaimer:

Setiap foto mempunyai tone warna yang berbeda, preset ini hanya berfungsi sebagai basis/dasar. Untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan keinginan, mungkin harus dilakukan beberapa adjustment pada setiap tools-nya. Untuk mempelajari tools dasar lightroom bisa anda lihat disini

Selamat Berkarya dan Tetap Kreatif!

 

Kategori
Info

4 Fitur Google Yang Bikin Ramadhan Kamu Semakin Berwarna

Ramadhan telah tiba! Bulan yang paling ditunggu umat Muslim sudah memasuki minggu pertamanya.

Ramadhan tahun ini juga ikut dimeriahkan oleh Google yang menyediakan fitur-fitur yang membuat bulan penuh berkah ini menjadi semakin berwarna.

Check this out!

Qibla Finder

Bila anda bepergian ke suatu tempat yang asing, seringkali kita merasa kesusahan untuk menentukan arah qiblat bila hendak menunaikan shalat. Tapi tahun ini Google sudah mempermudahnya dengan menyediakan tools AR (Augmented Reality) bernama Qibla Finder.

Cukup dengan bermodal smartphone anda, anda bisa mengakses laman qiblafinder.withgoogle.com untuk menemukan arah qiblat yang benar.

Prayer Time

Sama seperti permasalahan diatas, kita sering kebingungan saat kita hendak menentukan kapan waktu shalat di tempat asing. Terlebih lagi saat kita berada di tempat dengan zona waktu berbeda dengan rumah kita.

Anda bisa mengetikkan keyword “prayer time” pada Google Search di browser anda. Hasilnya bisa anda lihat waktu shalat yang sesuai dengan lokasi anda saat itu juga.

Greeting Cards

img_2417

Kebingungan mencari kartu ucapan elektronik Ramadhan & Idul Fitri untuk kolega anda. Google sudah mempermudahnya dengan situs qalam.withgoogle.com

Disitu terdapat banyak template indah yang bisa anda edit secara personal.

Break Fasting

img_2418

Sudah mendekati waktu berbuka namun anda masih terjebak dalam kemacetan pada jam pulang kantor. Ketik saja keyword “Restoran Terdekat” pada Search Bar Google anda.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi berkah bagi anda dan orang-orang tersayang di sekeliling anda.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa buat kawan-kawan Muslim dan Tetap Kreatif!

Source: Artikel Google “Winning Ramadan with Digital”
Kategori
Free Preset Tutorial

Download Free Preset Adobe Lightroom Mobile – Dark Green Moody – Mija

Salah satu preset yang paling sering lalu lalang di Instagram adalah tone Dark Green Moody. Beberapa selebgram yang mengambil style preset ini salah satunya adalah Henry Jimenez.

Untuk video tutorial bisa anda akses disini:

Free Preset bisa anda akses disini:

MIJA | La Nina Free Preset Lightroom Mobile

Jetpack

Disclaimer:

Setiap foto mempunyai tone warna yang berbeda, preset ini hanya berfungsi sebagai basis/dasar. Untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan keinginan, mungkin harus dilakukan beberapa adjustment pada setiap tools-nya. Untuk mempelajari tools dasar lightroom bisa anda lihat disini

Selamat Berkarya dan Tetap Kreatif!

Kategori
Info

5 Manfaat Berlangganan Adobe Creative Cloud Plan

Adobe berbayar? Cuih!

Kira-kira seperti itulah reaksi saya pada tahun 2011 ketika Adobe mengumumkan perubahan format software dan aplikasi produksi mereka. Alih-alih meneruskan produksi Creative Suite (CS) yang melegenda dan sangat laris di-download versi bajakannya, Adobe beralih ke format Creative Cloud atau CC yang berbasis Cloud atau online atau menurut KBBI: daring.

Apakah Adobe Creative Cloud Itu?

Adobe CC web
Image Source

Adobe memutuskan untuk mengubah format software produknya menjadi berbasis Cloud atau digital, alih-alih dalam format fisik keping DVD. Semua software dijual dengan proses subscribe atau berlangganan. Banyak protes berdatangan dari para pengguna setia Adobe (termasuk saya yang getol mendownload versi bajakannya), salah satu alasannya karena user dikenai biaya langganan setiap bulan/tahun demi bisa mendapatkan update terbaru dari Adobe. Selain itu update abadi dari Adobe, membuat para user mau tak mau juga harus ikut meng-upgrade hardware-nya.

Namun ternyata saya SALAH.

Setelah saya memutuskan untuk berlangganan paket fotografer atau Photographer Plan awal tahun lalu, saya justru mendapat banyak manfaat yang saya rangkum kedalam 5 point dalam postingan saya ini.

Mari kita mulai!

WooCommerce

1.      HARGA TERJANGKAU

Adobe CC Photography Plan
Image Source

Dengan hanya +IDR 135,000/bulan (Paket Photography Plan) saya sudah mendapatkan software Adobe Asli! Bandingkan dengan harga Adobe Photoshop CS6 original yang bila dikurs-kan menjadi sekitar 3 juta Rupiah!

Ahh..kan tinggal download versi bajakannya …

Memang kita bisa mendapatkan versi bajakannya dimana saja kapan saja, namun karena Adobe CC berbasis Cloud dan banyak fitur yang didapatkan bila kita terkoneksi dengan internet melalui username yang resmi terdaftar pada Adobe dan seperti kita ketahui, Adobe versi bajakan tidak akan bisa kita koneksikan ke internet karena akan segera di-block oleh empunya software, maka Adobe CC versi bajakan sudah kehilangan esensinya.

Harga ekonomis Adobe ini dibuktikan karena hanya dengan harga berlangganan yang saya sebut diatas kita tidak hanya mendapatkan satu, namun:

Pilihan plan dan review singkat setiap app atau web service bisa dilihat disini.

Semuanya asli dan di-download dari website/app store/play store resmi milik Adobe. Masih bilang bajakan lebih baik?

2.      FILE BISA DIAKSES DARI MANA SAJA

Capture Adobe CC web_Edit Lightroom
Image Source

Karena basis cloud yang dimiliki Adobe CC, cukup dengan Adobe ID anda yang sudah terkoneksi dengan salah satu plan, maka file yang sudah anda unggah bisa anda akses dari mana saja dari gadget yang berbeda.

Say no to thumb drive

Saya berikan ilustrasi workflow yang sering saya lakukan dengan menggunakan kemudahan Adobe Creative Cloud ini.

Kasus:

Saya sudah mengedit foto yang pada Lightroom CC di laptop saya, foto ini rencananya akan saya presentasikan kepada klien saat meeting di coworking space. Karena terburu-buru saya lupa me-recharge baterai laptop saya, sedangkan foto tersebut belum sempat saya export dari desktop app Lightroom saya.

Scenario 1:

Pada saat meeting saya cukup meminjam laptop klien saya untuk mengakses account saya di web browser dengan mengetikkan alamat lightroom.adobe.com, setelah library saya terakses foto yang diinginkan bisa di-download.

Scenario 2:

Bila klien tidak membawa laptop, saya cukup membuka aplikasi Lightroom Mobile pada ponsel saya, mengekspor foto yang diinginkan, kemudian saya bisa men-transfer foto tersebut ke ponsel klien saya.

Mudah bukan? 😀

Baca juga postingan saya tentang ulasan fitur-fitur Lightroom CC Mobile

3.      PERSONAL PORTFOLIO ONLINE

Adobe Portfolio
Image Source

Seperti saya jelaskan pada point #1 diatas, selain Mobile & Desktop App kita juga mendapatkan web service dari Adobe yaitu Adobe Potfolio dan Behance.net

Anda bisa mengintegrasikan file foto yang ada pada library Lightroom anda ke account Behance dan Adobe Portfolio anda dengan cepat.

Anda bisa melihat foto-foto pada account Adobe Portfolio dan Behance saya, dan bandingkan dengan screenshot Album Lightroom saya di bawah ini.

4.      LIBRARY FONTS HYPE

Adobe Fonts

Kabar gembira bagi para typographer dan web designer, anda cukup mengakses Cloud Library pada Desktop App anda untuk mengakses Adobe Fonts.

5.      GET SOCIAL

Adobe Spark

Dengan Adobe Spark anda bisa langsung mengedit dan mengupload post atau stories anda ke account social media anda.

Bisa kita lihat contohnya pada screenshot dibawah ini.

 

Demikian 5 manfaat yang saya dapat dari berlangganan Photography Plan dari Adobe Creative Cloud. Bagaimana dengan anda?

Featured photo by Lost Co on Unsplash
Kategori
Tutorial

Bagaimana Cara Edit Foto Instagram Dengan Adobe Lightroom Mobile CC Pt. 2 ( Adobe Lightroom Mobile CC Versi Berlangganan)

Setelah postingan singkat saya tentang kegunaan tools pada Adobe Lightroom Mobile CC pada versi free. Kali ini saya akan membahas tentang beberapa fitur yang hanya kita dapatkan pada Lightroom versi berlangganan.

Postingan saya ini hanya membahas tentang fitur yang didapat, untuk cara dan manfaat dari berlangganan Adobe Creative Plan akan saya bahas pada postingan saya yang lain.

Bagi anda yang sudah familiar dengan Adobe Photoshop, pasti sudah memahami tentang kegunaan dari masing-masing tools dan fitur yang akan saya jelaskan ini. Namun bagi anda yang baru pertama kali berkenalan dengan software Adobe Lightroom Mobile ini akan saya coba jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Baiklah langsung saja kita menuju ke tools yang pertama.

Table of Content


SELECTIVE

Ada 3 tools yang bisa di-aplikasikan yaitu Brush, Circle dan Gradient. Ketiga tools ini berfungsi untuk adjustment/penyesuaian Light, Color, Effect dan Details secara parsial dan tidak mempengaruhi keseluruhan foto.

Untuk fungsi dari fitur Light, Color dan Details bisa anda lihat pada postingan saya sebelumnya.

1. Brush

Brush biasanya dipakai untuk adjustment objek yang memiliki bentuk tidak beraturan seperti rambut, dedaunan, air laut, dsb. Cukup klik tanda ‘+’ pada pojok kiri atas layar ponsel anda dan pilih gambar kuas untuk mengakses fitur ini.

img_2117

Kemudian lakukan dengan penyesuaian dengan memilih menu bergambar lingkaran pada taskbar di samping kiri.

img_2119

Lingkaran paling atas untuk melakukan penyesuaian Size / Ukuran dari Brush. Cukup tekan icon lingkaran tersebut dan tahan jari anda sampai keluar tulisan “Size” pada sisi atas layar ponsel anda. Geser jari anda keatas/kebawah untuk melakukan penyesuaian ukuran brush.

Kemudian kita beralih ke lingkaran di tengah untuk melakukan adjustment Feather.seperti sudah saya jelaskan pada postingan saya sebelumnya, Feather berfungsi untuk mengatur kehalusan tepi brush kita. Untuk cara adjustment-nya sama seperti sebelumnya dengan menggeser jari kita keatas dan kebawah.

Adjustment yang ketiga adalah Flow. Berfungsi untuk mengatur tingkat ketajaman Brush anda, semakin tinggi angkanya, semakin tegas Brush anda.

img_2120

Screenshot dibawah menunjukkan adjustment yang saya lakukan pada bagian rambut saja. Untuk foto kanan saya sudah mengatur adjustment untuk bagian rambut

Beberapa adjustment yang saya lakukan untuk seleksi ini antara lain; Clarity, Shadows dan Highlights untuk lebih menghitamkan dan memperjelas tekstur rambut. Anda bisa juga melakukan penambahan Color pada Selective mode ini.

↑Back to Table of Content↑

2. Circle Gradient

Menurut pengalaman yang saya dapatkan selama memakai aplikasi ini, umumnya Circle Gradient tools ini anda gunakan untuk memberi sentuhan Light Leaks / Bias Cahaya. Namun anda juga bisa memakainya untuk menonjolkan titik emphasis dari foto anda.

Caranya hampir sama seperti  Brush tools diatas. Jangan lupa untuk adjust Size dan Feather sebelum diaplikasikan pada foto anda.

Berikut ini beberapa contoh pemakaian Circle Gradient yang biasa saya lakukan.

img_2134

Saya ingin menonjolkan karakter action figure diatas dengan cara menurunkan brightness environment di sekitarnya.

img_2135

Saya memilih tools Circle Gradient dan meletakkan point-nya tepat ditengah figure tersebut. Kemudian saya pilih icon invert mask yang terletak tepat diatas icon trash bin.

img_2136

Sehingga area seleksinya berpindah menjadi di luar circle.

img_2137

Setelah itu saya turunkan nilai untuk Exposure, Highlights, Shadows dan Blacks sehingga saya merasa cukup mendapatkan kesan environment yang gelap.

img_2138

Jangan lupa adjust Feather size-nya sehingga tidak ada kesan frame/border yang memisahkan area gelap dan terangnya. Setelah saya rasa cukup saya menyimpan setelan ini dengan klik icon √ di kanan bawah.

img_2134

img_2139

↑Back to Table of Content↑

3. Linear Gradient

Hampir sama seperti tools diatas, hanya bentuknya saja yang berbeda sesuai namanya.

Umumnya saya memakainya untuk mempergelap bagian bawah foto agar tidak merusak emphasis dari yang ingin saya tonjolkan. Atau bisa juga dipakai untuk memperjelas detail awan yang rusak karena over exposure / gambar terlalu terang.

Berikut ini beberapa contoh dari Linear Gradient yang biasa saya pakai.

img_2146

Saya ingin mengurangi brightness pada foreground foto diatas karena menurut saya foto ini menjadi flat dan kurang memiliki dimensi kedalaman.

img_2147

Setelah tools linear gradient kita pilih, kita tarik tools tersebut dari bagian bawah frame ke tengah area foto.

img_2148

Lakukan adjustment pada tools Light, kemudian turunkan nilai dari fitur Highlights, Shadows dan Blacks sehingga foreground-nya tidak terlalu over exposure.

Untuk hasil adjustment diatas bisa kita lihat pada foto di-bawah ini.

img_2149

Sebagai perbandingan dengan foto sebelumnya bisa dilihat pada perbandingan before-after di bawah ini.

↑Back to Table of Content↑

HEALING

Fitur ini juga bisa anda temui di Photoshop, fungsi umumnya adalah untuk memperbaiki / menghilangkan spot atau objek yang bisa merusak estetika sebuah foto. Fitur ini termasuk salah satu yang banyak ditentang fotografer karena dianggap merusak orisinalitas sebuah karya foto. Namun karena konteks kita kali ini berbicara tentang keindahan feed Instagram, pemakaian tools ini  saya anggap sah-sah saja.

Ada dua tools yang terdapat pada fitur ini yaitu; Healing Brush dan Clone Stamp. Akan saya bahas perbedaannya di bawah ini.

1. Healing Brush

Tools dengan icon band aid ini berfungsi untuk memperbaiki area yang ingin kita koreksi dengan tetap mempertahankan tone area asli. Contohnya bisa kita lihat di bawah ini.

img_2192

Saya ingin menghilangkan bekas coretan pulpen di foreground.

img_2193

Setelah adjustment pada Size dan Feather, saya pilih sample area untuk mengkoreksi coretan pulpen tadi.

img_2194

Voila! Coretan pulpen sudah tersamarkan.

↑Back to Table of Content↑

2. Clone Stamp

Berbeda dengan tools Healing Brush yang masih mempertahankan tone asli dari area yang ingin dikoreksi, Clone Stamp ini benar-benar menduplikasi area yang kita seleksi. Contohnya bisa kita lihat dibawah ini.

img_2195

Saya ingin menghilangkan batu karang kecil ini.

img_2196

Hampir sama seperti Healing Brush, hanya saja pilih ikon stempel dibawahnya untuk meng-akses fitur Clone Stamp. Kemudian pilih area sample.

img_2197

Kemudian perhalus dengan Healing Brush untuk menyamarkan sample yang terlalu kasar.

↑Back to Table of Content↑

GEOMETRY

Fitur ketiga dari versi Lightroom Mobile berlangganan ini berfungsi ini sangat berguna untuk foto-foto yang mengandung komposisi garis lurus seperti foto interior, cityscape, perspektif, dsb. Fitur ini sangat membantu saya.

1. Upright

Untuk memilih setelan preset koreksi yang akan anda gunakan; Auto, Guided, Level, Vertical, Full. Sebagai catatan saya hanya memakai setelan Auto dan Guided karena seringkali saya tidak mendapatkan koreksi yang sesuai bila memakai preset yang lain.

Seringkali kita memakai pengaturan jarak paling rendah dari lensa kit yang kita pakai bila kita memotret ruangan atau landscape, namun seringkali kita mendapatkan garis-garis objek foto kita menjadi terdistorsi. Seperti contoh dari foto gedung saya di bawah ini.

img_2128

Pada foto ini saya memakai kamera Sony NEX-5N dengan lensa 7Artisans 25mm f1.8, karena saya mengambil dari sudut bawah maka pilar-pilar gedung tersebut tampak agak miring. Maka saya akan mencoba untuk mengkoreksinya dengan menggunakan fitur Geometry dengan preset Auto.

Kini garis-garis pilarnya terlihat lebih lurus, namun konsekuensi dari menggunakan tools ini adalah, foto kita agak terpotong/ter-crop,

↑Back to Table of Content↑

2. Distortion

Fitur ini biasa saya gunakan untuk mengkoreksi hasil foto dari Action Cam atau Fish-Eye yang memiliki distorsi cembung sangat ekstrem.

img_2173

Foto diatas saya ambil menggunakan GoPro Hero 4, disini terlihat garis cakrawala yang melengkung karena seperti kita tahu lensa dari action cam memiliki tingkat kecembungan yang ekstrem.

img_2174

Untuk membantu memperbaiki foto yang terdistorsi, kita bisa menggunakan juga fitur Enable Lens Correction yang terdapat pada tools Optics.

img_2175

Kemudian kita masuk ke dalam tools Geometry untuk adjustment pada Distortion,

img_2176

Setelah itu kita tambah nilai Distortion-nya menjadi +23. Perlu dilihat juga bahwa ada tarikan distrosi pada awan dan batu karang di foreground akibat perubahan nilai Distortion ini.

img_2177

Jangan lupa untuk mengaktifkan fitur Constrain Crop untuk memotong tepian gambar yang melengkung kedalam akibat tarikan distorsi.

img_2173img_2178

Inilah hasil yang didapat setelah saya mengkoreksi Distortion-nya.

Untuk fitur-fitur berikutnya termasuk jarang saya gunakan, akan tetapi akan saya jelaskan dibawah ini sekedar tambahan informasi bagi anda.

↑Back to Table of Content↑

3. Vertical

Mengatur perspektif dari sebuah foto. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2198

Adjust nilai Vertical menjadi -21, untuk hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini

img_2199

Jangan lupa aktifkan Constrain Crop untuk memotong area abu-abu di bawah.

↑Back to Table of Content↑

4. Horizontal

Mengatur perspektif dari sebuah foto dari aspek garis horisontal. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2200

Ubah nilai Horizontal menjadi +19

img_2201

Aktifkan Constrain Crop untuk memotong area abu-abu di sebelah kanan.

img_2202

↑Back to Table of Content↑

5. Rotate

Sama seperti fungsi Rotate pada tools Cropping. Berikut contohnya.

img_2203

Ubah Rotate menjadi +24 untuk meluruskan pilar pada background.

img_2204

Aktifkan Constrain Crop.

img_2205

Voila! Pilar sudah lurus.

img_2206

↑Back to Table of Content↑

6. Aspect

Sama seperti fungsi stretching pada Photoshop. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2207

Aspect saya ubah ke +36

img_2208

↑Back to Table of Content↑

7. Scale

Memperbesar atau mengecilkan ukuran foto. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

↑Back to Table of Content↑

8. X Offset

Menggeser foto dalam range X-Axis atau horisontal. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2210

Nilai X-Offset yang sudah diubah.

img_2211

↑Back to Table of Content↑

9. Y Offset

Menggeser foto dalam range Y-Axis atau vertikal. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2213

Nilai Y-Offset yang sudah diubah.

img_2215

↑Back to Table of Content↑

Demikian postingan saya mengenai sekilas fungsi tools yang terdapat pada Lightroom Mobile CC. Kita akan memasuki ranah Preset pada postingan saya yang selanjutnya.

Selamat Berkarya dan Tetap Kreatif!

Photo by Jye B on Unsplash

 

Kategori
Tutorial

Bagaimana Cara Edit Foto Instagram Dengan Adobe Lightroom Mobile CC Pt. 1

Aplikasi Instagram sudah seperti menjadi kebutuhan primer sebagian besar pengguna smartphone. Terlebih lagi untuk para influencer, pelaku bisnis (besar & kecil), hingga orang-orang awam. Keindahan dan tampilan feed yang selaras sudah menjadi keharusan bagi sebagian besar pengguna Instagram.

Untuk itu dibutuhkan aplikasi editing photo yang menyediakan fitur kompleks namun tetap ringan digunakan di smartphone. Saat ini tersedia banyak sekali pilihan aplikasi photo editing baik di Apple Store maupun Google Play Store, beberapa di antaranya seperti VSCO, Snapseed dan Adobe Lightroom Mobile yang akan saya bahas pada postingan ini

Walaupun sekilas fitur yang disediakan hampir sama, namun alasan saya memilih untuk membahas Lightroom Mobile karena saya sudah terbiasa dengan tampilan dan workflow dari aplikasi produk Adobe seperti Photoshop, Illustrator ataupun InDesign. Langsung saja kita akan bahas mengenai cara installment dari Adobe Lightroom Mobile.

Install Adobe Lightroom Mobile CC

Buka Apple Store atau Google Play Store pada smartphone anda dan search Lightroom Mobile CC, jangan takut untuk langsung membayar karena Lightroom Mobile free download untuk instalasi pertama kali.

Setelah aplikasi terinstal di smartphone anda, anda akan diminta untuk sign in dengan menggunakan Adobe ID, Facebook ataupun Google account anda. Saya sendiri memakai Adobe ID dengan segala kemudahannya yang akan saya bahas disini.

Setelah itu anda sudah bisa mulai mengimport foto-foto yang tersimpan pada smartphone anda, anda bisa melakukannya dengan meng-klik navigasi ‘add photo’ pada icon di pojok kanan bawah layar smartphone anda.

Anda juga bisa meng-import file foto anda dari folder selain folder Camera Roll anda. Saya sarankan untuk meng-create album. Hal ini akan memudahkan anda untuk mencari file yang sudah ter-upload ke aplikasi Lightroom anda.

Anda juga bisa mengimpor foto dari cloud drive seperti iCloud, Dropbox atau Google Drive. Caranya akan saya bahas disini.

Voila! Anda kini siap meng-edit foto!

Banner IDwebhost

Mengenal Fitur dan Tools Lightroom Mobile

Di segmen ini saya akan bahas satu persatu mengenai tools Lightroom Mobile CC.

1. Light

Tools pertama yang akan saya bahas adalah Light. Dengan tools ini anda bisa melakukan adjustment exposure, contrast, highlights & shadows, whites & blacks factor dari foto anda.

  • Exposure: Mengubah tingkat kecerahan foto anda secara general.
  • Contrast: Mengubah perbandingan gelap – terangnya sebuah foto.
  • Highlight: Adjustment untuk bagian terang dari foto.
  • Shadows: Adjustment bagian gelap sebuah foto.
  • White: Berpengaruh untuk titik paling terang dari foto.
  • Black: Titik tergelap sebuah foto.

Sekarang akan saya tunjukkan adjustment yang bisa dihasilkan dari fitur-fitur diatas. Pada contoh dibawah ini saya melakukan adjustment slider:

  • Exposure: +0.31
  • Contrast: +18
  • Highlights: -100
  • Shadows: +100
  • Whites: +13
  • Blacks: -22

Bisa kita lihat bagian rumah dan sawah pada foto sebelah kanan terlihat lebih terang namun tidak mengurangi detail pada langit. Disinilah peran penting Highlights dan Shadows terlihat.

Kemudian kita beralih ke fitur yang penting pada tools light yaitu Curve.

8A71C138-AEAD-4DC4-B14D-3087ED86EF98

Prinsip dasar dari Curve sebenarnya hampir sama dengan konsep Black-Shadows-Midtones-Highlights-Whites, hanya saja ada sentuhan feels disini. Anda bisa menambahkan point-point pada garis grafik diatas dan mengubahnya sesuai selera anda.

92d42762-830a-4c11-abe6-c1500e539ae6.png

Perbandingan dua foto sebelum dan sesudah proses Curve adjustment.

Foto kanan memiliki tingkat Contrast dan Details yang tinggi, sedangkan gambar sebelahnya terkesan lebih smooth dan matte (doff / pucat). Banyak selebgram terkenal yang memainkan editing fotonya pada fitur Curve ini untuk mengejar tone yang matte dan memiliki kesan halus pada warnanya.

2. Color

Tools wajib kedua para Lightroom-ers. Seperti namanya, tools ini berkutat di sekitar editing warna.

  • Temp: Mengatur tone hangat atau sejuk dari warna (kuning / biru).
  • Tint: Mengatur campuran warna antara hijau / ungu.
  • Vibrance: Mengatur tingkat ketajaman warna secara halus.
  • Saturation: Sama seperti Vibrance, tapi dengan level yang lebih ekstrem.
  • White Balance: Mengatur tone warna natural dari sebuah foto.

B1F3F4B3-CDDC-4E12-91BB-8F6C7B6F8234

Fitur Color Mix di kanan atas berfungsi untuk memberi sentuhan warna tertentu pada foto.

0C0E2BE3-F14A-45E3-A5F8-6B47468C8DA4

  • Red: Biasa terdapat pada warna gradasi langit saat sunset.
  • Orange: Paling banyak terdapat di warna kulit / skin tone.
  • Yellow: Highlight cahaya matahari, penyumbang tone warna daun.
  • Green: Daun dan rumput tentu saja 😁
  • Cyan/Aqua: Warna tone air & langit.
  • Blue: Sama seperti Aqua, namun untuk bagian yg gelap / shadow.
  • Purple: Warna ungu, termasuk paling jarang saya gunakan.
  • Magenta: Bagian shadow dari langit sunset.

Sebagai catatan keterangan diatas tidak berlaku mutlak dan bisa bervariasi bagi tiap foto.

Proses adjustment di tab Color Mix ini sangat penting bila anda suka dengan tone warna Instagram feed para selebgram terkenal, seperti: Lauren Bullen, Jacqueline Mikuta, Debi Flügge, Jack Morris atau Jackson Groves.

3. Effects

Tools ketiga yang akan kita bahas adalah Effects.

A34884B2-48E7-4ABC-B81D-0F666C227C88

Bila anda suka dengan tampilan dramatis seperti HDR, Cinematic atau Noir, maka dipastikan anda akan sering bermain dengan fitur ini.

  • Clarity: Mengatur tingkat ketajaman dan contrast secara detail.
  • Dehaze: Berfungsi untuk mengatur jumlah shadow/bayangan yang tampak, bedanya dengan fungsi Shadow adalah Dehaze member warna bayangan yang lebih pekat dan lebih detail pada setiap objek di dalam foto.
  • Vignette: Memberikan kesan bayangan di setiap pojok frame foto. Digunakan bersamaan dengan fitur dibawah ini:
    • Midpoint: Memperlebar/mempersempit titik terang Vignette di tengah foto.
    • Feather: Mengatur tingkat kehalusan pada tepi Vignette.
    • Roundness: Mengatur bentuk Vignette.
    • Highlights: Mengurangi pengaruh Vignette pada bagian highlight foto, sehingga lebih membuat Vignette tampak alami, alih-alih terlihat seperti bingkai.
  • Grain: Menambah jumlah noise/titik-titik pada foto, termasuk jarang saya gunakan, kecuali saya menginginkan foto saya bergaya cinematic/noir. Digunakan bersama tools dibawah ini:
    • Size: Mengatur jumlah dots/titik-titik yang muncul.
    • Roughness: Semakin tinggi angka yang dipakai, pola titiknya semakin acak sehingga akan terlihat semakin kasar.

Kemudian kita berlanjut ke tone terakhir yang paling sering saya gunakan yaitu Split Tone. Bisa anda akses dengan klik pada button Split Tone di pojok kanan atas taskbar Effects.

Banner IDwebhost 

Fungsi dari fitur ini adalah member tone warna yang khas pada highlights dan shadows dari sebuah foto. Wajib hukumnya memakai fitur ini bila anda menginginkan Instagram feed anda terlihat keren dengan foto-foto yang terlihat memiliki warna tone yang sama.

Ada 2 color bar yang bisa digeser point-nya dengan menggunakan jari anda. Color bar yang diatas digunakan untuk memberi tone warna pada highlights foto anda, sedangkan yang dibawah untuk bagian shadows-nya.

Huruf “H” mewakili Hue atau jenis warna yang akan dipilih. Sedang huruf “S” untuk Saturation atau tingkat ketajaman warna.

Balance mengatur keseimbangan antara jumlah warna Highlights/Shadows yang tampak.

Akan saya tunjukkan hasil editing dengan formula berikut ini:

  • Clarity: +11
  • Dehaze: +11
  • Vignette: -24
  • Midpoint: 53
  • Feather: 56
  • Roundness: 0
  • Highlights: 0
  • Grain: 0

6348A933-E839-4888-A9E2-2A58DCD52D5C

4. Details

Sebenarnya saya pribadi jarang menggunakan fitur ini kecuali untuk beberapa jenis foto yang saya akan saya edit.

Sharpening berfungsi untuk meningkatkan tingkat ketajaman suatu foto, biasa saya gunakan pada foto interior, landscape atau foto produk. Fitur ini memilik fitur pendukung yaitu:

  • Radius: Mengatur area ketajaman setiap details. Sebaiknya jangan digunakan lebih dari 1.0 karena akan membuat foto anda terlihat lowres.
  • Detail: Menaikkan ketajam detail objek. Biasa dipakai pada foto HDR landscape.
  • Masking: Mencegah foto anda terlihat lowres dengan memperhalus detail yang jaggy atau terlihat kotak-kotak pixel. Biasanya sangat jarang terlihat perbedaannya pada foto di mobile dan bisa terlihat pada file foto RAW.

Noise Reduction; sesuai namanya, fitur ini mengurangi jumlah noise yang terlihat ketika kita memakai fitur Sharpening diatas. Biasa saya gunakan untuk foto Portrait dengan fungsi utamanya untuk memperhalus warna kulit/skin tone. Fitur pendukungnya adalah:

  • Detail: Memperhalus noise pada detail yang ketajamannya diangkat oleh fitur Sharpening diatas.
  • Contrast: Menaikkan tingkat kontras pada detail yang diangkat ketajamannya.

Color Noise Reduction adalah fitur ketiga dari tools Detail ini, berfungsi seperti noise reduction pada bagian yang tingkat ketajaman/saturasi sudah diangkat pada tools Color sebelumnya.

Demikian penjelasan yang saya dapatkan dari pengalaman beberapa tahun menggunakan Adobe Lightroom baik dari versi Desktop maupun Mobile. Sebenarnya masih ada beberapa tools yang bisa digunakan pada versi Lightroom Mobile berbayar, namun akan saya jelaskan pada postingan berikutnya.

Selamat Berkarya dan Tetap Kreatif!