Kategori
Tutorial

Bagaimana Cara Edit Foto Instagram Dengan Adobe Lightroom Mobile CC Pt. 2 ( Adobe Lightroom Mobile CC Versi Berlangganan)

Penjelasan singkat mengenai bagaimana cara edit foto Instagram dengan Adobe Lightroom Mobile CC versi berlangganan

Setelah postingan singkat saya tentang kegunaan tools pada Adobe Lightroom Mobile CC pada versi free. Kali ini saya akan membahas tentang beberapa fitur yang hanya kita dapatkan pada Lightroom versi berlangganan.

Postingan saya ini hanya membahas tentang fitur yang didapat, untuk cara dan manfaat dari berlangganan Adobe Creative Plan akan saya bahas pada postingan saya yang lain.

Bagi anda yang sudah familiar dengan Adobe Photoshop, pasti sudah memahami tentang kegunaan dari masing-masing tools dan fitur yang akan saya jelaskan ini. Namun bagi anda yang baru pertama kali berkenalan dengan software Adobe Lightroom Mobile ini akan saya coba jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Baiklah langsung saja kita menuju ke tools yang pertama.

Table of Content


SELECTIVE

Ada 3 tools yang bisa di-aplikasikan yaitu Brush, Circle dan Gradient. Ketiga tools ini berfungsi untuk adjustment/penyesuaian Light, Color, Effect dan Details secara parsial dan tidak mempengaruhi keseluruhan foto.

Untuk fungsi dari fitur Light, Color dan Details bisa anda lihat pada postingan saya sebelumnya.

1. Brush

Brush biasanya dipakai untuk adjustment objek yang memiliki bentuk tidak beraturan seperti rambut, dedaunan, air laut, dsb. Cukup klik tanda ‘+’ pada pojok kiri atas layar ponsel anda dan pilih gambar kuas untuk mengakses fitur ini.

img_2117

Kemudian lakukan dengan penyesuaian dengan memilih menu bergambar lingkaran pada taskbar di samping kiri.

img_2119

Lingkaran paling atas untuk melakukan penyesuaian Size / Ukuran dari Brush. Cukup tekan icon lingkaran tersebut dan tahan jari anda sampai keluar tulisan “Size” pada sisi atas layar ponsel anda. Geser jari anda keatas/kebawah untuk melakukan penyesuaian ukuran brush.

Kemudian kita beralih ke lingkaran di tengah untuk melakukan adjustment Feather.seperti sudah saya jelaskan pada postingan saya sebelumnya, Feather berfungsi untuk mengatur kehalusan tepi brush kita. Untuk cara adjustment-nya sama seperti sebelumnya dengan menggeser jari kita keatas dan kebawah.

Adjustment yang ketiga adalah Flow. Berfungsi untuk mengatur tingkat ketajaman Brush anda, semakin tinggi angkanya, semakin tegas Brush anda.

img_2120

Screenshot dibawah menunjukkan adjustment yang saya lakukan pada bagian rambut saja. Untuk foto kanan saya sudah mengatur adjustment untuk bagian rambut

Beberapa adjustment yang saya lakukan untuk seleksi ini antara lain; Clarity, Shadows dan Highlights untuk lebih menghitamkan dan memperjelas tekstur rambut. Anda bisa juga melakukan penambahan Color pada Selective mode ini.

↑Back to Table of Content↑

2. Circle Gradient

Menurut pengalaman yang saya dapatkan selama memakai aplikasi ini, umumnya Circle Gradient tools ini anda gunakan untuk memberi sentuhan Light Leaks / Bias Cahaya. Namun anda juga bisa memakainya untuk menonjolkan titik emphasis dari foto anda.

Caranya hampir sama seperti  Brush tools diatas. Jangan lupa untuk adjust Size dan Feather sebelum diaplikasikan pada foto anda.

Berikut ini beberapa contoh pemakaian Circle Gradient yang biasa saya lakukan.

img_2134

Saya ingin menonjolkan karakter action figure diatas dengan cara menurunkan brightness environment di sekitarnya.

img_2135

Saya memilih tools Circle Gradient dan meletakkan point-nya tepat ditengah figure tersebut. Kemudian saya pilih icon invert mask yang terletak tepat diatas icon trash bin.

img_2136

Sehingga area seleksinya berpindah menjadi di luar circle.

img_2137

Setelah itu saya turunkan nilai untuk Exposure, Highlights, Shadows dan Blacks sehingga saya merasa cukup mendapatkan kesan environment yang gelap.

img_2138

Jangan lupa adjust Feather size-nya sehingga tidak ada kesan frame/border yang memisahkan area gelap dan terangnya. Setelah saya rasa cukup saya menyimpan setelan ini dengan klik icon √ di kanan bawah.

img_2134

img_2139

↑Back to Table of Content↑

3. Linear Gradient

Hampir sama seperti tools diatas, hanya bentuknya saja yang berbeda sesuai namanya.

Umumnya saya memakainya untuk mempergelap bagian bawah foto agar tidak merusak emphasis dari yang ingin saya tonjolkan. Atau bisa juga dipakai untuk memperjelas detail awan yang rusak karena over exposure / gambar terlalu terang.

Berikut ini beberapa contoh dari Linear Gradient yang biasa saya pakai.

img_2146

Saya ingin mengurangi brightness pada foreground foto diatas karena menurut saya foto ini menjadi flat dan kurang memiliki dimensi kedalaman.

img_2147

Setelah tools linear gradient kita pilih, kita tarik tools tersebut dari bagian bawah frame ke tengah area foto.

img_2148

Lakukan adjustment pada tools Light, kemudian turunkan nilai dari fitur Highlights, Shadows dan Blacks sehingga foreground-nya tidak terlalu over exposure.

Untuk hasil adjustment diatas bisa kita lihat pada foto di-bawah ini.

img_2149

Sebagai perbandingan dengan foto sebelumnya bisa dilihat pada perbandingan before-after di bawah ini.

↑Back to Table of Content↑

HEALING

Fitur ini juga bisa anda temui di Photoshop, fungsi umumnya adalah untuk memperbaiki / menghilangkan spot atau objek yang bisa merusak estetika sebuah foto. Fitur ini termasuk salah satu yang banyak ditentang fotografer karena dianggap merusak orisinalitas sebuah karya foto. Namun karena konteks kita kali ini berbicara tentang keindahan feed Instagram, pemakaian tools ini  saya anggap sah-sah saja.

Ada dua tools yang terdapat pada fitur ini yaitu; Healing Brush dan Clone Stamp. Akan saya bahas perbedaannya di bawah ini.

1. Healing Brush

Tools dengan icon band aid ini berfungsi untuk memperbaiki area yang ingin kita koreksi dengan tetap mempertahankan tone area asli. Contohnya bisa kita lihat di bawah ini.

img_2192

Saya ingin menghilangkan bekas coretan pulpen di foreground.

img_2193

Setelah adjustment pada Size dan Feather, saya pilih sample area untuk mengkoreksi coretan pulpen tadi.

img_2194

Voila! Coretan pulpen sudah tersamarkan.

↑Back to Table of Content↑

2. Clone Stamp

Berbeda dengan tools Healing Brush yang masih mempertahankan tone asli dari area yang ingin dikoreksi, Clone Stamp ini benar-benar menduplikasi area yang kita seleksi. Contohnya bisa kita lihat dibawah ini.

img_2195

Saya ingin menghilangkan batu karang kecil ini.

img_2196

Hampir sama seperti Healing Brush, hanya saja pilih ikon stempel dibawahnya untuk meng-akses fitur Clone Stamp. Kemudian pilih area sample.

img_2197

Kemudian perhalus dengan Healing Brush untuk menyamarkan sample yang terlalu kasar.

↑Back to Table of Content↑

GEOMETRY

Fitur ketiga dari versi Lightroom Mobile berlangganan ini berfungsi ini sangat berguna untuk foto-foto yang mengandung komposisi garis lurus seperti foto interior, cityscape, perspektif, dsb. Fitur ini sangat membantu saya.

1. Upright

Untuk memilih setelan preset koreksi yang akan anda gunakan; Auto, Guided, Level, Vertical, Full. Sebagai catatan saya hanya memakai setelan Auto dan Guided karena seringkali saya tidak mendapatkan koreksi yang sesuai bila memakai preset yang lain.

Seringkali kita memakai pengaturan jarak paling rendah dari lensa kit yang kita pakai bila kita memotret ruangan atau landscape, namun seringkali kita mendapatkan garis-garis objek foto kita menjadi terdistorsi. Seperti contoh dari foto gedung saya di bawah ini.

img_2128

Pada foto ini saya memakai kamera Sony NEX-5N dengan lensa 7Artisans 25mm f1.8, karena saya mengambil dari sudut bawah maka pilar-pilar gedung tersebut tampak agak miring. Maka saya akan mencoba untuk mengkoreksinya dengan menggunakan fitur Geometry dengan preset Auto.

Kini garis-garis pilarnya terlihat lebih lurus, namun konsekuensi dari menggunakan tools ini adalah, foto kita agak terpotong/ter-crop,

↑Back to Table of Content↑

2. Distortion

Fitur ini biasa saya gunakan untuk mengkoreksi hasil foto dari Action Cam atau Fish-Eye yang memiliki distorsi cembung sangat ekstrem.

img_2173

Foto diatas saya ambil menggunakan GoPro Hero 4, disini terlihat garis cakrawala yang melengkung karena seperti kita tahu lensa dari action cam memiliki tingkat kecembungan yang ekstrem.

img_2174

Untuk membantu memperbaiki foto yang terdistorsi, kita bisa menggunakan juga fitur Enable Lens Correction yang terdapat pada tools Optics.

img_2175

Kemudian kita masuk ke dalam tools Geometry untuk adjustment pada Distortion,

img_2176

Setelah itu kita tambah nilai Distortion-nya menjadi +23. Perlu dilihat juga bahwa ada tarikan distrosi pada awan dan batu karang di foreground akibat perubahan nilai Distortion ini.

img_2177

Jangan lupa untuk mengaktifkan fitur Constrain Crop untuk memotong tepian gambar yang melengkung kedalam akibat tarikan distorsi.

img_2173img_2178

Inilah hasil yang didapat setelah saya mengkoreksi Distortion-nya.

Untuk fitur-fitur berikutnya termasuk jarang saya gunakan, akan tetapi akan saya jelaskan dibawah ini sekedar tambahan informasi bagi anda.

↑Back to Table of Content↑

3. Vertical

Mengatur perspektif dari sebuah foto. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2198

Adjust nilai Vertical menjadi -21, untuk hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini

img_2199

Jangan lupa aktifkan Constrain Crop untuk memotong area abu-abu di bawah.

↑Back to Table of Content↑

4. Horizontal

Mengatur perspektif dari sebuah foto dari aspek garis horisontal. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2200

Ubah nilai Horizontal menjadi +19

img_2201

Aktifkan Constrain Crop untuk memotong area abu-abu di sebelah kanan.

img_2202

↑Back to Table of Content↑

5. Rotate

Sama seperti fungsi Rotate pada tools Cropping. Berikut contohnya.

img_2203

Ubah Rotate menjadi +24 untuk meluruskan pilar pada background.

img_2204

Aktifkan Constrain Crop.

img_2205

Voila! Pilar sudah lurus.

img_2206

↑Back to Table of Content↑

6. Aspect

Sama seperti fungsi stretching pada Photoshop. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2207

Aspect saya ubah ke +36

img_2208

↑Back to Table of Content↑

7. Scale

Memperbesar atau mengecilkan ukuran foto. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

↑Back to Table of Content↑

8. X Offset

Menggeser foto dalam range X-Axis atau horisontal. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2210

Nilai X-Offset yang sudah diubah.

img_2211

↑Back to Table of Content↑

9. Y Offset

Menggeser foto dalam range Y-Axis atau vertikal. Contohnya bisa anda lihat di bawah ini.

img_2213

Nilai Y-Offset yang sudah diubah.

img_2215

↑Back to Table of Content↑

Demikian postingan saya mengenai sekilas fungsi tools yang terdapat pada Lightroom Mobile CC. Kita akan memasuki ranah Preset pada postingan saya yang selanjutnya.

Selamat Berkarya dan Tetap Kreatif!

Photo by Jye B on Unsplash

 

Oleh Diki Atmodjo

An ordinary man who love to write, capture moments and to share.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.