Why Worry ?

Aku kebingungan..
Aku tak punya sepeser uangpun, hari ini aku bisa ikut makan di rumah teman, tapi tak bisa terus menerus seperti itu.. Ya Tuhan apa dosaku?

Aku iri..
Temanku yang tidak bekerja bisa dengan enaknya menghabiskan uang orang tuanya untuk berfoya-foya, sedangkan aku yang bekerja keras siang-malam saja untuk hidup sebulan saja susah rasanya.. Ya Tuhan apa dosaku?

Aku kekurangan..
Mengapa tagihan kartu kredit ini menumpuk? Mobilku yang cuma satu dan harus dipakai bergantian dengan adikku sudah perlu diservis hari ini, posisiku sebagai staf tidak cukup memenuhi ini semua.. Ya Tuhan apa dosaku?

Aku selalu tersisih..
Kenapa ibu-ibu ini selalu menyombongkan cerita liburannya ke luar negeri? Pulang dengan barang-barang mahal dan bersaing memamerkan kekayaan suami-suami mereka. Sedangkan aku ke singapore saja belum pernah, foto-foto liburanku di bali dan lombok terlalu remeh buat mereka.. Ya Tuhan apa dosaku?

Pernahkah kita melihat sekeliling kita? Perhatikan burung kecil yang hinggap di pohon depan rumahmu. Pernahkah kamu tanyakan apakah dia kebingungan mencari makan?
burung kecil itu tidak bekerja, dia juga punya keluarga, punya anak2 yang harus diberi makan. Dia bisa tetap makan setiap harinya. Dia yakin akan tujuan hidupnya, dan bisa melewati tiap harinya tanpa keluh kesah.
Burung kecil yg bisa hidup tanpa kekhawatiran dan keyakinannya jauh lebih besar dari tubuhnya.

Aku yg sebesar ini dan dikaruniai otak untuk berpikir dan hati untuk merasa, mengapa harus ciut karena kekhawatiran yang membuatku takut menembus hidup. Karena aku belum menumbuhkan sayap kepercayaan itu. Sayap yg selalu berhasil menampik keluh kesah dengan lembut.
Dan saat ini, sayap itu mulai tumbuh, dan perlahan membawaku terbang dalam kepercayaan, meninggalkan belenggu kekhawatiran. Aku bisa melewati semua dengan sayap ini dengan penuh keyakinan,

Jadi mengapa harus kuatir?
Bila keyakinan dapat menumbuhkan sayapku yang tak kasat mata, yang membuatku terbang lewati rintangan,
sayap yang mengembalikanku pada tujuan sejatiku,
sayap yg mengepakan setiap keinginanku
sayap yang melengkapi wujudku yang sebenarnya

Jadi mengapa kuatir? 🙂

Ditulis secara tandem oleh Dania Puspo Kinanti & Nugraha Mahardika, antara Surabaya – Kuta

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.